“Kurma identik dengan Ramadan dan puasa. Padahal menikmatinya
tak harus di bulan Ramadan saja dengan kandungan dan manfaatnya yang besar.”
Kuliner hari pertama
ini adalah Kurma. Buah yang berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara itu
menjadi semacam hidangan wajib saat berbuka puasa. Baik formal resmi hingga
rumahan. Hal tersebut tidak jauh dari alasan mengikuti sunnah Nabi Muhammad
saw.
Dari Salman
bin ‘Amir Adh Dhobbi ra., dari Nabi saw., beliau
bersabda, “Jika salah
seorang di antara kalian berbuka, maka berbukalah dengan tamr (kurma kering).
Jika tidak dapati kurma, maka berbukalah dengan air karena air itu
mensucikan.” (HR. Ibnu Majah, Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi)
Waktu kecil dulu, saya
kurang suka dengan buah Kurma, terutama saat berbuka puasa. Selain rasanya yang
terlalu manis, keluarga yang berislam biasa-biasa saja belum menempatkan kurma
sebagai makanan wajib berbuka. Ia kalah dengan makanan dan minuman berbuka
lainnya seperti es kelapa, es cendol, kolak atau minimal sirup dingin.
Ketika kuliah dan
mengikuti beberapa kajian Ramadan, kini kurma menjadi menu minimal saat berbuka
puasa. Baik puasa sunah maupun puasa wajib. Dalam kacamata kesehatan kandungan
dan manfaat kurma tak bisa dianggap sebelah mata. Salah satunya dari sebuah
artikel yang saya baca ini: https://www.alodokter.com/manfaat-buah-kurma-untuk-kesehatan. Dalam 4 butir kurma saja mengandung sekitar 300 kalori, juga menyimpan protein,
karbohidrat, serat, vitamin A, vitamin B6, vitamin K, asam folat, zat besi,
seng, mangan, serta beragam jenis antioksidan, seperti lutein dan flavonoid.
IWAN Wahyudi
#KulinerRamadan #SuluhRamadan #Kurma #PenerbitPanggita #EnergiRamadan #JelajahRamadan
#MariBerbagiMakna #CatatanPuasa #LiterasiRamadan #InspirasiWajahNegeri #Ramadan #Puasa #reHATIwan #IWANwahyudi #reHATIwanInspiring


Komentar
Posting Komentar