Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 180

 


Assalamu’alaikum Pagi

Seorang petani setiap hari mengunjungi dan merawat benih dan tanamannya, hingga masa panen tiba memetik hasil dengan bahagia. Hilang semua lelah berbulan-bulan lamanya. Seorang penenun setiap hari menenun helai demi helai benang, hingga menghasilkan selembar kain yang indah dengan gembira. Lenyap semua jerih payah berhari dan berminggu yang berlalu.

Seorang pelajar setiap hari masuk sekolah dari pagi sampai siang bahkan sore, hingga tamat dan memperoleh ijazah dengan sukacita . Musnah semua capek bertahun-tahun lamanya. Seorang mahasiswa semester akhir setiap hari memikirkan dan mengetik skripsinya kemudian maju bimbingan, sampai diwisuda dan sujud tanda bersyukurnya. Lepas semua beban berganti kebahagiaan.

Setiap keberhasilan tidak ada yang instan dan diraih dalam sekejap seperti sulap. Tapi, dilakoni dengan sedikit demi sedikit, dilalui setapak demi setapak, dilakukan setahap demi setahap. Nilai kebahagiaan mereka yang berjuang jauh lebih tinggi dibanding yang disuapi. Rasa bahagia mereka yang merintis jauh lebih merasuk dalam jiwa dibanding pewaris. Level bahagia mereka yang pelopor berbeda dengan mereka yang cuma mengekor.

Kebahagiaan yang “meledak” dicapai dengan sedikit demi sedikit yang rutin dilakukan, dicicil dari serpihan-serpihan yang istiqomah dikerjakan. Meledaknya selain perasaan sukacita jiwa, juga cinta dari Allah Ta’ala.

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.(HR. Muslim)


#HappyDay 007 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Bahagia #Pagi #Istiqomah #Rutin #Kontinu
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EMPERAN MUSHOLLA]

Sebelum masuk sekolah dasar saya sudah lebih dulu belajar ngaji disalah satu rumah tetangga gang depan di Tanjung Duren Jakarta Barat. Belum ada metode atau buku membaca Al-Qur'an IQRO' yang populer itu. Menemani kami mengaji Ba'da Maghrib hingga Isya kitab ini.  Karena rumah masuk wilayah yang digusur, baru dua pekan merasakan bangku SD, kami sekeluarga pindah ke Bekasi. Ngajipun lanjut di kampung sebelah. Setiap Ba'da Maghrib hingga Isya di Emperan Musholla masih dengan kitab yang sama. Saya sepertinya lebih dulu bisa baca huruf Hijaiyah (huruf Arab/Al-Qur'an) baru bisa huruf abjad Latin.  Setelah kelas 6 SD setelah di kompleks kami berdiri Musholla saya pindah ngaji dari kampung tetangga. Pertemuan pertama ditest pake IQRO 5 (buku 5) besoknya langsung disuruh naik ke kelas baca Al-Qur'an. Di tempat ngaji lama saya sudah dikelas Al-Qur'an.  Kitab ini saya lupa apa judulnya. Gambar ini saya ambil di group Facebook. Tapi tak jadi masalah, yang pe...

[SEJARAH SEDANG BERGERAK]

Hari ini, Rabu 27 November 2024 sejarah sedang bergerak. Ada 545 kepemimpinan daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang sedang menentukan nasibnya untuk 5 tahun kedepan, 2024-2029. Ini pillkada serentak terbesar yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia dengan melibatkan seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Ada 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota. Ada pengecualian untuk provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2021 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan penetapan bukan pemilihan. Begitu pula kabupaten/kota di DKI Jakarta sesuai dengan UU nomor 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan penetapan.  Hampir semua daerah terlibat dengan hiruk-pikuk pilkada. Apalagi tensi kian meningkat sejak masa kampanye dia bulan terakhir. Dan kian memuncak sepekan masa kampanye pamungkas dengan kampanye akbar yang melibatkan massa yang banyak....

[PARA SAHABAT MENYIAPKAN DIRI 6 BULAN SEBELUM RAMADAN] 90 Hari Menuju Ramadan

  Ramadan sebagai bulan mulia dan bertabur kemuliaan dengan pahala yang dilipatgandakan, tentu menjadi peluang bagi siapa saja untuk tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Begitu pula dengan para sahabat ra. Mereka menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk bertemu dengan Ramadan. Bahkan saking ngebet berjumpa Ramadan dan mau gas poll beribadah juga beramal di dalamnya mereka sebagaimana disebutkan oleh ulama tabi’ tabiin Mu’alla bin Al-Fadhl telah rajin berdoa enam bulan sebelumnya. Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Lathaif Al-Ma’arif   menyebutkan satu riwayat yang menunjukan semangat menyambut Ramadan tersebut. Mua’alla bin Al-Fadhl mengatakan, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.” Dalam kitab yang sama Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantu...