Assalamu’alaikum Pagi
Seorang petani setiap hari mengunjungi dan merawat benih dan tanamannya, hingga masa panen tiba memetik hasil dengan bahagia. Hilang semua lelah berbulan-bulan lamanya. Seorang penenun setiap hari menenun helai demi helai benang, hingga menghasilkan selembar kain yang indah dengan gembira. Lenyap semua jerih payah berhari dan berminggu yang berlalu.
Seorang pelajar setiap hari masuk sekolah dari pagi sampai siang bahkan sore, hingga tamat dan memperoleh ijazah dengan sukacita . Musnah semua capek bertahun-tahun lamanya. Seorang mahasiswa semester akhir setiap hari memikirkan dan mengetik skripsinya kemudian maju bimbingan, sampai diwisuda dan sujud tanda bersyukurnya. Lepas semua beban berganti kebahagiaan.
Setiap keberhasilan tidak ada yang instan dan diraih dalam sekejap seperti sulap. Tapi, dilakoni dengan sedikit demi sedikit, dilalui setapak demi setapak, dilakukan setahap demi setahap. Nilai kebahagiaan mereka yang berjuang jauh lebih tinggi dibanding yang disuapi. Rasa bahagia mereka yang merintis jauh lebih merasuk dalam jiwa dibanding pewaris. Level bahagia mereka yang pelopor berbeda dengan mereka yang cuma mengekor.
Kebahagiaan yang “meledak” dicapai dengan sedikit demi sedikit yang rutin dilakukan, dicicil dari serpihan-serpihan yang istiqomah dikerjakan. Meledaknya selain perasaan sukacita jiwa, juga cinta dari Allah Ta’ala.
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim)
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar