Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 183

 


Assalamu’alaikum Pagi

Ucapan “terima kasih” yang masih tersisa dan sering terdengar sekarang sepertinya tinggal dari bibir penerima atas pemberian yang diterimanya. Kadang malah ada yang lupa mengucapkan, saking senangnya.

Dalam urusan jual beli alias interaksi niaga, di beberapa toko yang dulu pramuniaga nya selalu senyum manis tak pernah kering dengan ucapan terima kasih, kini agak mulai hilang. Saya waktu kecil malah berpikir hebat sekali orang-orang ini, dari pagi hingga malam, tak pernah kurang senyumnya.

Apa pelayan masa ini sudah capek atau SOP tempat kerjanya berubah. Yang terakhir ini sepertinya tidak deh. Sebenarnya baik pembeli maupun penjual sama-sama mendapat manfaat, jadi siapa saja tak masalah duluan mengucapkan terima kasih. Dalam etika bisnis seharusnya si penjual sih, bagian dari marketing juga lah.

Pada dua kata “terima kasih” mengandung unsur yang mengalirkan kebahagiaan. Setiap kali Anda mengucapkannya pada orang lain atas perkataan atau perbuatannya, harga dirinya semakin bertambah, merasa dianggap. Ia akan merasa bahagia dan membalas dengan senyuman serta ucapan yang sama. Anda pun pasti jadi bahagia pula. Bahagai berefek istilah saya.

Anda dan orang lain itu akan bersyukur. Lalu akan mau melakukan yang lebih sering dan banyak lagi kebaikan untuk mendatangkan kebahagiaan sehingga mengalir ucapan terima kasih lagi. Ibarat jadi “candu” yang membuat ketagihan hal positif.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Daud, dan Tirmidzi)

Dalam Islam untuk melengkapi ucapan terima kasih, diiring dengan doa singkat ‘Jazakallahu khairan’.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (artinya: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)’, maka sungguh ia telah sangat menyanjungnya.” (HR. Tirmidzi) 

Mulailah dengan kebaikan kecil mengucap “terima kasih”, maka akan jadi candu menebar kebaikan dan berbuah kebahagiaan bagi diri dan orang lain.

Terima kasih, teman-teman yang telah singgah membaca tulisan receh ini. Apalagi meninggalkan like, komentar juga sudi share ke yang lain. Jazakumullah khairan nggih… Selamat berakhir pekan semuanya #HappyWeekend


#HappyDay 010 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Bahagia  #Terimakasih #Pagi #Doa #Penjual #Pemberi #Pembeli #Penerima @inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...