Assalamu’alaikum
Pagi
Pagi
ini Anda pikirkan betapa bahagianya gajian pada tanggal muda. Uang yang akan
digunakan selama sebulan ke depan
sudah digenggaman. Walau itu hanya numpang mampir untuk kemudian dialokasikan pada pos-pos
belanja hingga habis.
Anda
bahagia pada tanggal muda karena keyakinan akan menerima gaji, rasa beruntung
mendapat kompensasi dari kerja, terangkat beban tuntutan belanja kebutuhan
sebulan kedepan, ada jaminan terealisasi daftar perencanaan dengan uang yang
sudah cair.
Level
bahagia Anda akan berbeda saat akhir bulan, makin redup, cemberut bahkan emosi
sesekali lepas kontrol. Anda melihat kebutuhan dua tiga hari tanggal tua dengan
kacamata satu bulan. Ibarat makan satu hari, tapi yang terbayang beban tagihan
makan selama 30 hari.
Mulai
pagi ini coba ubah cara berpikir Anda dengan anggaran hidup selama 24 jam saja.
Pecah kebutuhan dengan angka rupiah menjadi harian. Menyederhanakan (bukan
mengabaikan) ini yang membuat mereka yang tidak gajian atau dapat amplop
bulanan selalu bahagia setiap hari. Hidup mereka tidak digantungkan dengan
hitungan bulanan,kebahagiaan mereka tidak menjadi momen sekali diawal bulan.
Tapi, bahagia dan syukur harian.
Anda
harus yakin bahwa rezeki tidak hanya datang sekali sebulan, ia bisa tiap hari, jam
bahkan detik. Dan tak akan tertukar dan salah takar Allah mengaturnya.
“Tidak ada satu
pun binatang melata di muka bumi ini, kecuali Allah yang menanggung(menjamin) rezekinya.
Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis)
dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)”. (QS.
Hud: 6)
https://rehatiwan.blogspot.com/2025/10/salam-187.html
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar