Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 173: MENULIS DI PAGI HARI]

 


Assalamu’alaikum Pagi

“Pagi hari kebanyakan energi tersita untuk membuka dan membaca media sosial. Saatnya membalikan keadaan dengan melepas pikiran dan perasaan positif dalam postingan media sosial kita.”

Dalam sebuah zoomeet Ustadz Roni Haldi Alimi menceritakan kapan biasanya ia menulis, hingga produktif sekali membaginya di media sosial juga menerbitkan dalam bentuk buku.

Seperti kebanyakan orang dengan aktivitas pagi yang padat. Mulai dari bangun pagi, shalat subuh, bersih-bersih, sarapan, persiapan perlengkapan hingga mengantar anak ke sekolah. Dalam perjalanan mengantar anak ke sekolah kemudian ke kantornya, ia coba berdialog dengan hati kemudian bercakap dengan pikiran tentang apa yang akan  ditulisnya. Bisa saja dari keriuhan pagi dengan lalu lalangnya manusia, atau apa yang dibacanya semalam. Bahkan dari sisa-sisa kenangan yang dilalui kemarin, juga ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca selepas shalat malam.

Setiba di kantor, setelah absen, ia menuju meja kerja dengan ruangan masih sepi karena waktu aktif belum dimulai. Di waktu inilah ia mengetik, merangkum apa hasil kontempelasinya dengan hati dan pikirannya tadi kedalam kalimat-kalimat. Setiap lintasan kebaikan akan berlalu begitu saja, bahkan lupa dan sulit ditarik kembali jika tak dicatat. Inspirasi dan perenungan itu hanya akan dinikmati sendiri bila tidak dibagikan pada orang lain. Minimal melalui media sosial.

Hal serupa sebenarnya tak hanya dilakukan oleh sosok yang menjadi penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya ini saja. Para Imam mahzab dan ulama terdahulu banyak menghabiskan malam selain dengan shalat juga menuliskan fatwa menjawab permasalahan umat. Para ilmuwan muslim juga demikian dengan teori dan temuannya. Saya memberi contoh sosok ini, agar tak ada alasan dalam diri untuk urung menulis.

“Ah, mereka para ulama, kita siapa sih?”,

“Lah, orang-orang itu kan ilmuwan, ya jelas harus menulis dan membukukan karya dan temuannya. Kita cuma orang biasa?”

Pagi hari dengan udara yang masih bersih, pikiran belum tersesaki berbagai masalah dan fisik yang segar usai istirahat, adalan waktu yang lebih banyak koneksi di otak — sebuah elemen kunci untuk menghadirkan proses kreatif. Maka aktivitas menulis yang sangat banyak memerlukan proses kreatif, tepat dilakukan pagi hari..

Ketenangan di pagi hari dan ruang sunyi diwaktu subuh mengurangi gangguan yang biasanya mengganggu fokus, hingga konsentrasi menjadi lebih baik.

Tubuh yang segar dan baterai semangat masih full belum tersedot oleh beban aktivitas harian akan membuat diri mengeluarkan energi positif dan kreatif lebih cepat.

“If you wait for inspiration to write you’re not a writer, you’re a waiter” (Jika Anda menunggu inspirasi untuk menulis, Anda bukanlah seorang penulis, Anda adalah seorang pelayan) –Dan Poynter

Nah, bagaimana dengan kita? Setidaknya selain cuma hobi skrol media sosial dan hanya menyerap isinya yang sedikit banyak menguras waktu dan perasaan, saatnya kita sendiri melepas energi kebaikan dengan postingan positif. Mudah dan singkat kan?


#AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Menulis #Pagi
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...