Langsung ke konten utama

139 [GAMBAR PESAN dan PESAN GAMBAR]

 


Saya mengenal gambar kartun dan karikatur asli Indonesia dari Lembaran Bergambar (lembergar), sebuah sisipan empat halaman dari harian Pos Kota yang terbit di ibukota. Di antara ikonnya ada Doyok, Otoy, dan Ali Oncom (versi online-nya ada di gambar). Kemudian menjadi film komedi yang naik ke layar lebar. Ada juga cerita kartun di Majalah Bobo, majalah khusus anak yang masih eksis hingga masuk usia 50 tahun sekarang.

Selain itu, saat Sekolah Dasar saya mengenal komik karya Tatang S dengan ikon Petruk dan Gareng. Ada belasan komik ini yang masih tersimpan hingga sekarang di rak buku. Dari komik dan cerita bergambar ini banyak pesan moral, kritik sosial, informasi dan wawasan yang disampaikan terasa ringan dan masuk ke pembacanya. Terutama anak-anak.


Tadi pagi saya mengunjungi kediaman, Zaen Sasaklombok di Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Mulai akrab dengannya sejak tahun 2013 saat saya membuat stiker dan kaos untuk sebuah kegiatan.

Setiap membuat kaos, beliau salah satu referensi saya. Ternyata bukan hanya disain kaos yang digeluti, menggambar karikatur dan tokoh komik yang ia ciptakan, melukis dengan beberapa media juga menjadi kemampuannya. Hal itu dapat dilihat dari karya-karyanya yang dipajang pada dinding studio mini "Wahana Studio" miliknya tempat menerima kunjungan para sahabat dan kolega.




Gambar hasil coretan nya selalu di beri pesan-pesan yang menjadi kegelisahan dirinya dan juga masyarakat. Karikatur dan komik dengan aneka pesan itu sesekali diposting pada akun media sosialnya.


Pemuda yang sudah memiliki bakat menggambar sejak Madrasah Tsanawiyah ini juga menerima pesanan gambar juga lukisan, baik wajah, pemandangan hingga kaligrafi. Untuk harga bisa nego, tapi kualitas tidak kalah tentunya.

 

Cordova Street A-03, 25 April 2025,19:28
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...