Saya mengenal gambar kartun dan karikatur asli Indonesia dari Lembaran Bergambar (lembergar), sebuah sisipan empat halaman dari harian Pos Kota yang terbit di ibukota. Di antara ikonnya ada Doyok, Otoy, dan Ali Oncom (versi online-nya ada di gambar). Kemudian menjadi film komedi yang naik ke layar lebar. Ada juga cerita kartun di Majalah Bobo, majalah khusus anak yang masih eksis hingga masuk usia 50 tahun sekarang.
Selain itu, saat Sekolah Dasar saya mengenal komik karya Tatang S dengan ikon Petruk dan Gareng. Ada belasan komik ini yang masih tersimpan hingga sekarang di rak buku. Dari komik dan cerita bergambar ini banyak pesan moral, kritik sosial, informasi dan wawasan yang disampaikan terasa ringan dan masuk ke pembacanya. Terutama anak-anak.
Tadi pagi saya mengunjungi kediaman, Zaen Sasaklombok di Babakan, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Mulai akrab dengannya sejak tahun 2013 saat saya membuat stiker dan kaos untuk sebuah kegiatan.
Setiap membuat kaos, beliau salah satu referensi saya. Ternyata bukan hanya disain kaos yang digeluti, menggambar karikatur dan tokoh komik yang ia ciptakan, melukis dengan beberapa media juga menjadi kemampuannya. Hal itu dapat dilihat dari karya-karyanya yang dipajang pada dinding studio mini "Wahana Studio" miliknya tempat menerima kunjungan para sahabat dan kolega.
Gambar hasil coretan nya selalu di beri pesan-pesan yang menjadi kegelisahan dirinya dan juga masyarakat. Karikatur dan komik dengan aneka pesan itu sesekali diposting pada akun media sosialnya.
Pemuda yang sudah memiliki bakat
menggambar sejak Madrasah Tsanawiyah ini juga menerima pesanan gambar juga
lukisan, baik wajah, pemandangan hingga kaligrafi. Untuk harga bisa nego, tapi
kualitas tidak kalah tentunya.
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com









Komentar
Posting Komentar