Langsung ke konten utama

[TINTA PENA]

Pena sejarah tak pernah berhenti menggoreskan peristiwa dan tokoh. Sejarah bukan hanya peristiwa besar semata. Pergerakan menuju muara sejarah berlangsung setiap saat bahkan dalam hentakan detik. 

Para pelaku sejarah yang terserak dalam perannya masing-masing bukan sebuah hamburan yang melemahkan. Tapi, kumparan magnet kecil yang menarik peristiwa dan lakon-lakon lainnya. Ibarat bola salju yang menggelinding membesar. 

Dan disanalah mata pena sejarah tak lengah. Tak boleh patah, karena persaksiannya ditunggu oleh zaman-zaman berikutnya. 

Tinta pena tercipta untuk menampakan yang digoreskan mata pena. Tanpa tinta, ujung pena tak dapat bercerita bahkan kian tumpul dari gesekan hampa tanpa jejak. 

Tinta pena yang akan bersenyawa dengan lembaran kertas mengalirkan kata demi kata agar menjadi juru bicara sejarah dan tokoh sesungguhnya. 

Rangkaian kalimatnya berhembus menembus sunyi mengisi ruang-ruang kosong panggung pementasan manusia-manusia pilihan. Diksi-diksinya tak sekedar rasa sastra, tapi keluasan hikmah yang diikat dan kedalaman makna yang dihimpun. 

Setiap manusia menggenggam pena lakonnya, tak semua menggoreskannya. Tiap orang memiliki tinta yang sama. Namun hanya sebagian yang mau menuliskan kedalamannya berfikir. Tulis sejarahmu sendiri. 

Rumah Merpati 22, 07 Desember 2024

#Gerimis30hari #gerimis_des24_07 #gerimis30hari🌧️ #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi #InspirasiWajahNegeri
@gerimis30hari
@ellunarpublish_ 
@rehatiwan @rehatiwaninspiring 
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

Salam Pagi 127

  Assalamu’alaikum Pagi “ Setiap perilaku akan kembali pada pelakunya, baik itu penghinaan, keburukan apalagi kebaikan . Jangan lelah berbuat kebaikan walau belum terasa efeknya seketika itu pula.” Seberapa keji penghinaan yang pernah engkau terima? Mungkin tak sebanding dengan yang telah dirasakan   oleh pendahulumu dijalan kebaikan yang sama-sama engkau tebar dan lanjutkan saat ini. Seberapa nista keburukan yang engkau terima hari ini? Mungkin tak seberapa dibanding mereka yang telah berkorban menyerukan kebaikan, hingga kini engkau dan semua orang merasakan indahnya. Seberapa sering dan besar kebaikan yang engkau telah lakukan? Tak perlu menghitung, membandingkan atau mengingatnya. Karena cepat atau lambat akan kembali padamu. Jika menghitungnya engkau akan merasa besar, bila membandingkan engkau bisa sombong dan saat selalu mengingatnya bisa saja keikhlasanmu tergerus. Tetaplah disini bersama kebaikan dan orang-orang baik. Tetaplah menanam dan memeliharanya agar ...