Secangkir minuman ringan yang menghimpun catatan akan keagungan Sang Pencipta atas berbagai hal yang dirasakan. Selalu ada keajaiban yang Allah hadirkan diluar batas kemanusiaan itu sendiri. Secangkir penyegar tentang perenungan hamparan bumi ini begitu luas bukan hanya dimensi tempatnya semata, namun kekuatan pesan yang diperlihatkan sehingga ada banyak hikmah yang dipetik sebagai sebuah perenungan akal untuk bekal bergerak. Seisi cangkir dari catatan kolaborasi sosial dengan sesama manusia yang membawa terbang dengan banyak hal yang begitu kaya dan luar biasa tentang pengalaman berinteraksi dan kekuatan pelajaran didalamnya.
Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya. Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama. Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya. Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi. Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita, Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...
Komentar
Posting Komentar